posted by admin on April 2, 2014
PROGRAM 3 – Pendampingan Penyusunan Rencana Strategis Bisnis   Latar Belakang     :    Banyak BLUD belum memikirkan mendalam mengenai penyusunan rencana bisnis dan anggaran. Padahal awal mula optimalisasi fleksibilitas BLU adalah pada waktu penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran. Rencana Bisnis Anggaran harus didasarkan pada analisa eksternal dan internal. Selain itu biasanya aspek analisa bisnis masih kurang dalam, mengingat SKPD yang mau berubah menjadi BLUD sebelumnya terbiasa menyusun RENSTRA yang tidak ada aspek bisnisnya. Selain itu data-data pendukung seperti analisa biaya, analisa rasio keuangan juga masih minim, sehingga menyulitkan dalam membuat proyeksi keuangan.   Tujuan                  :    Memastikan RSB telah disusun sesuai dengan ketentuan . . . Read more
posted by admin on April 2, 2014
PROGRAM 4 – Pendampingan Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran   Latar Belakang     :    Setelah penyusunan RSB selesai maka disusunlah RBA. Namun kenyataan di lapangan banyak BLUD yang belum memiliki RSB tetapi langsung menyusun RBA. RBA ini pun masih didasarkan pada DPA, dengan mapping yang sepenuhnya belum benar. Banyak BLUD yang kesulitan dalam menerjemahkan DPA ke RBA. Padahal RBA ini adalah cikal-bakal dari penyusunan laporan keuangan yang terdiri dari neraca, laporan aktivitas, arus kas dan CALK.   Tujuan                  :    Memastikan RBA telah disusun sesuai dengan ketentuan dan telah menjawab tantangan dan harapan stakeholder serta memperhatikan kondisi / kemampuan internal.   Output                  :    1.  . . . Read more
posted by admin on April 2, 2014
PROGRAM 5 – Penyusunan SOP Keuangan   Latar Belakang     :    SOP Keuangan menrupakan dokumen yang wajib dimiliki oleh BLUD sebagai dasar pengelolaan keuangan yang sehat. Namun banyak dari BLUD belum memiliki dokumen ini sehingga sering jadi temuan BPK.    Tujuan                  :    Membantu manajemen dalam menyusun SOP Keuangan untuk BLUD   Output                  :    1.  Buku 1  Pedoman Kebijakan Akuntansi Keuangan a.       Pendahuluan b.      Kebijakan Akuntansi (sesuai dengan PSAK 45, PSAK ETAP) c.       COA (Code of Account)   2.  Buku 2  Sistem dan Prosedur Keuangan a.       Prosedur Pencatatan Pendapatan b.      Prosedur Pengelolaan Piutang c.       Prosedur Pengadaan d.      Prosedur Pengelolaan Hutang e.       Prosedur Pengelolaan Kas f.        . . . Read more
posted by admin on April 2, 2014
PROGRAM 6 – Implementasi Software Anggaran dan Akuntansi BLU   Latar Belakang     :    Banyak SDM di BLUD yang bukan akuntan dan kurang memahami tata cara pencatatan dan pelaporan keuangan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan, karena selama ini terbiasa mereka  melaporkan dengan format Laporan Realisasi Anggaran sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah. Untuk itu diperlukan bantuan Software untuk mempermudah dalam pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan   Tujuan                  :     Memasang software, melatih dan mendampingi penggunaan Software Anggaran dan Akuntansi BLU untuk mempermudah staff akuntansi dalam melakukan penjurnalan dan pelaporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan sekaligus juga bisa menghasilkan Laporan Realisasi Anggaran sesuai dengan Standar . . . Read more
posted by admin on April 2, 2014
PROGRAM 7 – Pendampingan Pembentukan SPI (Satuan Pengawas Internal)   Latar Belakang     :    Satuan Pengawas Internal merupakan pilar penting bagi akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan BLUD. SPI akan membantu manajemen BLUD dalam memastikan efektivitas, efisiensi dan aspek kepatuhan dalam penggunaan dana BLUD.   Tujuan                  :    Membantu manajemen BLUD membentuk SPI untuk melakukan identifikasi resiko, perbaikan proses dan pengawasan sesuai dengan prinsip-prinsip dalam System Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP)   Output                  :    1.  Piagam Audit (Audit Charter) 2.  Pedoman Audit Internal 3.  Pelatihan Auditor Internal . . . Read more
posted by admin on November 27, 2013
Bank Dunia pada tahun 2011 memperkirakan di Indonesia ada kurang lebih tambahan 100 juta orang kelas menengah baru. Jumlah tersebut adalah luar biasa besar dan berdampak signifikan bagi perekonomian di Indonesia. Salah satu hal menarik dari kelas menengah ini adalah perubahan gaya hidup. Kelas menengah baru ini memiliki kecenderungan (1) suka makan diluar (2) traveling dan (3) fashion. Tidak heran ketiga industry ini berkembang sangat pesat di tahun 2011-2012. Yogyakarta sebagai destinasi wisata populer kelas menengah di Indonesia seolah mendapatkan durian runtuh. Pada tahun 2012 tercatat total 3 juta wisatawan mengunjungi Yogyakarta. Naik sangat pesat dibanding sekitar 2.2 Juta wisawatan . . . Read more
posted by admin on April 2, 2014
PROGRAM 1 – Pendampingan Review Penyusunan Tata Kelola & Tata Aturan   Latar Belakang     : Fleksibilitas BLUD harus dipayungi oleh tata aturan yang memadai. Menurut kajian kami kurang lebih ada 8 aturan yang harus disahkan dengan Perbub, meliputi tata kelola, sistem keuangan, pengangkatan pegawai BLUD, pengadaan BLUD dll.  Tujuan                  :    Review Penyusunan Tata Kelola & Tata Aturan ini bertujuan untuk memastikan bahwa kebijakan-kebijakan pengelolaan BLUD telah diatur dan disahkan dengan Perbub, sebagai dasar hukum yang kuat untuk pedoman pelaksanaan  Output                  :    1.  Memo Review – telaah Tata Kelola dan Tata aturan 2.  Draft Tata Aturan (memungkinkan ada tambahan waktu dan . . . Read more
posted by admin on April 2, 2014
PROGRAM 2 – Pendampingan Penyusunan Sistem Pelayanana Minimal (SPM)   Latar Belakang     :    Sistem Pelayanan Minimal akan menjadi indikator bagi penyusunan RSB (Rencana Strategis Bisnis). SPM harus disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi PUSKESMAS sesuai dengan ketetentuan kementrian kesehatan dan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah   Tujuan                  :    Memastikan SPM telah disusun sesuai dengan ketentuan, minimal memenuhi poin penilaian pengajuan status BLU   Output                  :    1.  Memo Review – telaah SPM dibandingkan dengan ketentuan kementrian kesehatan dan kebijakan pemerintah daerah.   2.  Revisi atau Penyusunan Draft SPM (memungkinkan ada tambahan waktu dan biaya sesuai tingkat kesulitan) . . . Read more
posted by admin on February 6, 2012
Sebuah perusahaan start up IT di Jogja, memiliki produk-produk yang luar biasa, namun pendiri tidak punya background manajemen dan keuangan. Pendiri mulai kebingungan bagaimana harus menata manajemen dan keuangan selayaknya perusahaan berstandar. Manajemen mengundang SYNCORE untuk melakukan presentasi. Pendekatan SYNCORE yang terintegrasi dan step by step, sangat cocok untuk mengimbangi perkembangan perusahaan yang sangat dinamis. Pola pembayaran bulanan, juga meringankan perusahaan. Selayaknya merekrut staff, dengan biaya terjangkau tetapi kualitas layanan berstandar konsultan profesional. Program kerjasama telah berjalan setahun lebih. Perusahaan IT tersebut kemudian memperpanjang kontrak, dan meminta SYNCORE untuk membenahi aspek HRD dan Manajemen Operasional. . . . Read more
posted by admin on May 28, 2012
<iframe width="560" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/P9z9rCi4rsg" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>   Mengapa UKM sulit naik kelas? Karena kebanyak dari mereka memulai bisnis tanpa perencanaan yang matang, dan sebagian besar memulai bisnis karena keterpaksaan atau ketidaksengajaan. Pondasi bisnis yang kurang kuat membuat pengusaha sulit untuk melakukan pengembangan dan ekspansi bisnis. Kuatkan pondasi bisnis anda dengan memperkuat sistem pengelolaan keuangan dan HRD, supaya usaha anda bisa terus tumbuh dan berkembang. . . . Read more