posted by yeni on April 14, 2014

Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam menjalankan usaha, semua orang menginginkan untung. Tapi karena banyak faktor, mereka tidak bisa menjawab pertanyaan, "sebenarnya kamu jualan tu untung ga sih?" Sebenarnya untuk mengetahui untung ga perlu jauh-jauh sekolah S2 atau S3. Pengusaha dengan basic non ekonomi maupun lulusan SD pun sebenarnya bisa tau untung mereka berapa. Tapi ingat, di belahan dunia manapun ga ada hukum yang namanya "Instant, Kilat dan Gampang". Semua harus "MAU" belajar tentunya.

Pengusaha cluster/jenis usaha apapun kalau niat usaha, setidaknya pasti mereka akan mencatat pendapatan dan pengeluaran sehari-hari. Jelas, tujuan nya tentu untuk mengetahui berapa untung nya sehari. mungkin tepatnya itu bukan "untung". Tapi lebih untuk mengetahui berapa sisa uang yang diperoleh sehari-hari. Karena yang namanya untung, diperoleh ketika modal yang dikeluarkan akan kembali ditambah (penjualan-biaya).

Anda boleh setuju atau tidak dengan pendapat saya ini.

Untuk pengusaha yang baru pertama terjun ke dunia "jualan", biasanya pertanyaan nya adalah : Apakah harga jual segini untung ato ga?

Disini kita bisa memanfaatkan salah satu analisis dari sekian banyak analisis yang ada yaitu Analisis Break Even Point. Analisis ini kurang populer dibanding analisis-analisis rasio yang biasa digunakan para analis untuk menganalisis laporan keuangan tahunan/bulanan/triwulanan. Break Even Point sendiri adalah kondisi dimana perusahaan tidak mengalami untung dan tidak mengalami kerugian. Dengan analisis ini kita bisa memperoleh volume produksi, penjualan, dan keuntungan yang akan diperoleh, serta waktu yang diperlukan untuk mencapai BEP. Saya akan memberikan ilustrasi:

Seseorang dengan modal Rp 10.000.000 ingin melakukan bisnis usaha makanan martabak telor dengan harga jual per unitnya ialah Rp 15.000. Besar biaya produksi martabak telor tersebut ialah Rp 10.000. Berapa buah kah martabak telor yang harus diproduksi dengan harga Rp. 15.000 untuk mencapai titik BEP?

Jawab:

Rumus analisa BEP :
BEP = Total Fixed Cost / (Harga perunit - Variabel Cost Perunit)

BEP = 10.000.000 / ( 15.000 - 10.000 )

BEP = 10.000.000 / 5.000 

BEP = 2.000 buah

 

Jadi, untuk mencapai titik BEP, martabak yang harus diproduksi ialah sebanyak 2.000 buah. Kurang dari itu, maka bisa dikatakan rugi (karena hanya balik modal). Dikatakan untung jika mampu memproduksi lebih dari 2000 buah.

Namun ada beberapa asumsi yang harus digunakan jika ingin melakukan analisis dengan analisis BEP, antara lan:

 

  1. Harga jual produk harus tetap
  2. Tidak menggunakan lebih dari satu jenis produk, apabila menggunakan lebih dari satu jenis produk maka menggunakan perhitungan analisa BEP tersendiri
  3. Produksi haruslah konstan
  4. Semua biaya besaran produksi dapat diukur secara realistik

Tulis Komentar